Opinion

Music for children

“Ooouw kamu ketahuan…” itulah beberapa bagian dari lirik sebuah lagu yang dinyanyikan seorang anak yang kira-kira berumur 3 tahun. Pada masa dimana media dan teknologi berkembang secara pesat maka perlu adanya saringan atas apa yang perlu ditonton oleh anak-anak dibawah umur. Orangtua seharusnya sadar akan kebutuhan anak mereka dimana pada usia yang masih dini anak-anak perlu diberikan sesuatu yang memang sepantasnya mereka dapatkan, bukan semacam lagu-lagu cinta atau peselingkuhan yang saat ini memang menjadi trend pasar di Indonesia.

Anak-anak dibawah umur saat ini kurang mendapatkan apa yang mereka perlukan, berbeda pada masa tahun 1990-an dimana penyanyi anak-anak yang memang membawakan lagu anak-anak banyak sekali bermunculan di televisi. Anak-anak yang besar pada tahun 1990an sempat merasakan adanya lagu yang sesuai dengan segmen mereka yaitu lagu anak-anak. Tapi pada sekarang ini anak-anak justru tereksploitasi dengan lagu-lagu dewasa yang bertemakan percintaan dan selingkuh. bahkan acara reality show atau lomba menyanyi dimana anak-anak berkompetisi dalam lagu justru membawakan lagu-lagu orang dewasa dan band-band besar Indonesia.

Selera pasar lagu Indonesia saat ini pun sangat buruk. Mayoritas tangga lagu didominasi dengan musik yang sendu, lagu cinta, ataupun perselingkuhan. Apa karena kita orang melayu yang suka sendu-sendu? Sesuai dengan lirik dari lagu “efek rumah kaca” yang berjudul “cinta melulu” tampaknya band-band atau penyanyi kita hanya memikirkan keuntungan penjualan dan tidak memikirkan efek atau dampak dari lagu yang mereka buat.

Lagu-lagu cinta yang membuai memang menghibur dan menenangkan hati tapi itu tidak dapat membuat orang tergerak dan melakukan perubahan. Jika hal tersebut berlanjut dan terus berakar bahkan sampai lebih jauh lagi mendoktrin generasi anak-anak maka dapat dibayangkan kebudayaan Indonesia akan semakin hancur.

Masa depan Indonesia kemungkinan akan diisi dengan orang-orang yang selalu lari dari masalahnya, menerima keadaan dengan pasrah, tidak berusaha berjuang dan hanya mementingkan perasaan tanpa menghadapi kenyataan yang ada sambil mendengarkan lagu-lagu cinta yang selalu membuai dan memberikan mimpi.

Sudah saatnya perusahaan rekaman membangkitkan pasar musik anak-anak seperti yang ada pada tahun 1990an. Televisi dan media lain juga harus mendukungnya dengan membuat acara anak-anak melakukan media agenda setting yang memang cocok dengan anak-anak. Industri musik dan televisi yang memang berhubungan erat jangan hhanya mencari keuntungan tapi mulai membantu masyarakat dengan mendidik mereka, jangan hanya mementingkan keuntungan, selera pasar dan menjerumuskan mental dan budaya bangsa.

d^Lb$(aCmWGS
Iklan

2 komentar

  1. anak-anak kini menjadi dewasa sebelum waktunya…
    yah, semoga aja pemerintah ikut prihatin atas kenyataan menyedihkan ini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s